Senin, 06 Juli 2015

Interpretasi Peta Geologi

INTERPRETASI PETA GEOLOGI

     Didalam eksplorasi migas yang bertujuan untuk menemukan lokasi trap atau jebakan hidrokarbon. Setiap tahapan yang dilakukan untuk menemukan trap hidrokarbon lebih bersifat interpretasi berdasarkan data-data yang didapat.

     Eksplorasi sangat tergantung pada keakuratan hasil pendataan yang ada, dimulai dari pengindraan jarak jauh berupa foto udara atau foto satelit, pemetaan atau survey geologi baik regional maupun lokasi penelitian dilanjutkan dengan survey geofisika berupa metoda gaya berat dan seismic dan diakhiri tahap pemboran awal (wildcat).

     Eksplorasi berasal dari kata kerja to explore yang artinya to travel through (a place) for the purpose of discovery atau to examine more carefully in order to learn more.
Dari pengertian dasar tersebut menunjukan bahwa didalam eksplorasi migas terdapat dua pengertian pokok yaitu mencari dan menunjukan lokasi dari akumulasi hidrokarbon untuk dibor, diproduksi dan akhirnya dipelajari dalam artian yang luas.

Metode Eksplorasi
Setiap produksi petroleum didunia melalui beberapa tahap penelitian sebagai berikut:

1.Tahap Pengumpulan dan Analisa Data
    Yang di harapkan dari metode ini adalah mendeteksi tebal dan kualitas batuan reservoir, penyebaran batuan secara lateral dan vertical, kehadiran batuan induk dan system perangkapnya.
·         Tahap eksplorasi geologi
a.Geologi permukaan, berupa pemetaaan geologi, pemetaan rembesan migas.
b.Geologi bawah permukaan, berupa struktur kontur, peta isopach, kolerasi struktur dan reservoir serta prosentasi pasir.
·         Tahap survey detil geologi
Terdiri dari analisa struktur, analisa dan evaluasi reservoir, analisa stratigrafi, dll.
·         Tahap survey geofisika
a.Metode grafitasi atau gaya berat, didasrkan densitas batuan.
b.Metode seismik, didasarkan pada rambat gelombang batuan dalam media padat.

  
2.Tahap Pemboran Eksplorasi Detil
      Setelah dilakukan analisa dan interpretasi dari data-data geologi dan geofisika maka diputuskan untuk meletakan titik-titik bor awal atau sering disebut dengan pemboran liar (wild cat eksploration drilling). Pemboran awal tersebut sekaligus juga untuk mendapatkan data-data sebagai berikut:

 a.Analisa core dan cutting
 b.Analisa akualitatif dan kuantitatif dari log mekanik
 c.Korelasi sumur.

    Data-data tersebut diatas biasanya digunakan untuk studi reservoir serta evaluasi formasi.Dari data-data tersebut diharapakan akan menghasilkan informasi yang akurat seperti: volume migas yang terkandung, jumlah cadangan yanmg dapat diproduksi, jenis perangkap dan informasi susunan stratigrafi batuan.
Apabila didapatkan minyak yang potensial secara ekonomis maka akan menjadi sumur pengembanagan yang berproduksi.

Sehingga dari seluruh penjelasan diatas dapat kita mengerti betapa pentingnya keakuratan dan ketelitian di lapangan untuk dapat menghasilkan data-data geologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini seorang petroleum geologist akan menitik beratkan penelitian terhadap ada tidaknya: batuan reservoir, batuan penutup, kemungkinan perangkapnya serta ada tidaknya seepage oil atau gas disekitar lokasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar